Bela Diri Bergerak – Apakah Bunga Silat?

Untuk menentukan kinerja dan level ekspektasi silat dalam gerakan pertahanan diri, Bunga Silat memainkan peran penting untuk menentukan sejauh mana siswa mengembangkan pelatihan seni bela diri. Dalam silatus silat ada tujuh Bunga. Ini secara khusus berarti bahwa untuk setiap tingkat dalam silatus silat akan ada satu bunga.

Bunga berarti dasar gerakan silat yang terdiri dari tujuh langkah (langkah), tujuh kuda-kuda (kuda-kuda) dan tujuh limbai (posisi tangan). The Bunga akan mengajarkan eksponen bagaimana menguasai posisi defensif dan mencolok dalam gerakan-gerakan silat. Ada beberapa kosakata silat yang perlu diketahui untuk memahami seluruh konsep bunga.

Di bagian pertama adalah Limbai. Di limbai ada tiga bagian penting. Ada Ayun, Limbai dan Lenggang. Ayun berarti gerakan tangan saat berada dalam posisi berhenti. Limbai adalah posisi tangan saat dalam posisi berhenti dan Lenggang sambil menari atau bergerak dalam gerakan silat.

Ada tujuh limbai di Bunga. Ada Rencung (tangan kanan di depan dada kiri dan tangan kiri di atas perut), Kapit (tangan kanan sejajar dengan kaki kanan sambil memegang kepalan tangan atau pukulan dan tangan kiri di depan hidung), Empang (tangan kiri pada quadricep kiri dan tangan kanan memegang tinju lurus di sisi bahu sebelah kanan), Sangga (tangan kiri di depan dada dan tangan kanan naik di atas kepala dengan memegang kepalan tangan seperti ingin memblokir serangan apa pun dari atas) , Lunjur (tangan kiri di depan dada kanan dan tangan kanan lurus ke samping pada posisi tingkat bahu), Kacip (kedua tangan berada di rencung atau di posisi 'X' di depan dada) dan Juak (kiri tangan di perut dan tangan kanan jauh di atas posisi telinga kiri). Setiap limbai memiliki arti dan fungsi tersendiri di dalam gerakan pertahanan diri.

Bagian kedua dalam silabus Bunga Silat adalah Langkah. Langkah berarti gerakan kaki saat berjalan atau berlari. Ada tujuh langkah yaitu Serung (kaki kiri di depan kaki kanan dengan 145 derajat dari sudut kanan), Tunjang (kaki kanan di depan kaki kiri, berat badan di kaki kanan), Terus (maju), Undur (mundur ), Ereng (vertikal tetapi pada posisi sideway), Silang (persimpangan) dan Samping (samping).

Bagian ketiga dalam Bunga adalah Kuda-kuda. Kuda-kuda berarti situasi di mana kedua kaki tidak bergerak di lantai. Ada tujuh kuda-kuda yaitu Serung, Teleng, Terus, Kilas (kaki kiri di belakang kaki kanan dengan berat badan di atasnya), Ereng, Silang dan Samping. Mirip dengan limbai, langkah dan kuda-kuda memiliki filosofi dan teknik rahasia mereka sendiri dalam seni bela diri.

Bunga silat dari pangkalan sesungguhnya terdiri dari tujuh Langkah yaitu serung, tunjang, terus, bawah, ereng, silat dan samping. Langkah-langkah ini akan digunakan di setiap level dan juga sebagai fondasi untuk silabus tingkat berikutnya. Biasanya Bunga silat akan berlatih saat memulai kelas silat, mulai dari pertunjukan silat atau kompetisi. Gerakan gerakan bunga, tidies, dan harmoni yang lambat akan mengembangkan perilaku intrinsik bagi setiap eksponen silat seperti disiplin, rasa hormat, kesabaran, kedamaian, kehati-hatian, tepat dan elegan. Itu gerakan pertahanan diri dalam silat akan sempurna sekali eksponen menguasai keterampilan mendasar ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *